what are unregistered securities in crypto?

Apa yang Dimaksud Sekuritas Tidak Terdaftar? Perang Kripto dan SEC

Reading time

Selama beberapa tahun terakhir, pasar kripto diramaikan dengan berita tentang regulasi dan upaya otoritas tersentral untuk mengambil kendali atas perdagangan dan pertukaran aset digital.

SEC memperketat peraturan terhadap bursa dan bisnis yang berhubungan dengan mata uang kripto, terutama setelah peristiwa menghebohkan kejatuhan FTX dan anjloknya koin LUNA. Badan regulasi AS ini telah menyebut beberapa token dan koin sebagai sekuritas yang tidak terdaftar, dan menggugat organisasi yang menyediakan perdagangan aset tersebut.

Perang antara kripto dan SEC tampaknya tidak akan selesai dalam waktu dekat, terbukti dengan aktifnya kedua belah pihak ke pengadilan AS. Mari kita tinjau lini masa aktivitas SEC dan masa depan aset kripto.

Poin Penting

  1. Securities and Exchange Commission (SEC) adalah badan regulasi finansial di Amerika Serikat.
  2. SEC mengidentifikasi sekuritas yang lulus tes Howey, serta mengevaluasi investasi uang dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
  3. SEC mengikuti kerangka kerja yang ketat dalam mengawasi mata uang kripto, mereka menggugat berbagai bursa dan platform untuk menangani sekuritas yang tidak terdaftar.
  4. Sekuritas terdaftar harus melakukan pengungkapan penuh kepada lembaga federal. Jika tidak, status mereka menjadi tidak terdaftar, yang merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Bursa Sekuritas AS.

Memahami Sekuritas Tidak Terdaftar

Regulator keuangan nasional mengontrol pengalihan dan kepemilikan jenis aset tertentu, mengharuskan aset tersebut didaftarkan pada lembaga nasional atau federal, dan mewajibkan pengungkapan penuh.

Misalnya, saham dan obligasi dianggap sebagai sekuritas nasional yang memiliki nilai terkait dengan kepemilikan bisnis terdaftar. Oleh karena itu, organisasi harus menyediakan dokumentasi lengkap tentang nilai pasar, perubahan kepemilikan, catatan historis, dan sebagainya.

Dengan demikian, definisi sekuritas tidak terdaftar adalah aset yang tidak terdaftar pada badan regulasi terkait sehingga jual beli sekuritas tersebut merupakan suatu pelanggaran. Namun, otoritas yang berbeda mungkin memiliki persyaratan yang berbeda pula mengenai sekuritas terdaftar, yang akan kita bahas di bagian selanjutnya.

registered securities

Apakah Kripto Merupakan Sekuritas?

Mata uang kripto pertama dibuat pada tahun 2009 dengan tujuan menciptakan sistem penyimpanan dan pembayaran terdesentralisasi yang tidak bergantung pada kendali pusat fasilitator atau pemerintah.

Bank dan pemerintah terpusat tidak memberi banyak perhatian selama beberapa tahun pertama lahirnya mata uang kripto karena menurut mereka kripto hanyalah dongeng yang akan segera berakhir.

Namun, yang terjadi justru makin banyak aset dan mata uang virtual yang bermunculan, dan komunitas digital menunjukkan minat yang lebih besar terhadap Web 3.0 dan aplikasi terdesentralisasi. Hasilnya, pasar kripto tumbuh dalam hal ukuran, basis pengguna, kapitalisasi pasar, dan volume perdagangan. 

Aset digital ini telah menjadi bagian penting dalam gateway pembayaran, transfer uang, dan bisnis online, sehingga memberi lebih banyak pengaruh di panggung global.

Oleh karena itu, badan regulasi mulai mengamati bisnis yang melakukan investasi dan transaksi kripto, mengawasi jenis aset digital yang mereka tawarkan, dan mengharuskan mereka untuk terdaftar di level nasional.

Peristiwa baru-baru ini mengenai badan regulasi AS yang menggugat bursa kripto yang teregulasi karena menyediakan perdagangan token dan koin virtual menimbulkan pertanyaan tentang makna sekuritas perspektif kripto. Dan apa kriteria yang bisa dikenakan sanksi?

Regulator AS berpendapat bahwa mata uang virtual merepresentasikan kepemilikan aset yang diterbitkan oleh bisnis terdaftar, yaitu pendiri koin atau token, sehingga diperlakukan seperti kontrak legal. Akan tetapi, ini tidak berlaku untuk Bitcoin. Jadi, kripto mana yang bukan merupakan sekuritas?

Kontrol SEC atas Mata Uang Kripto

Securities and Exchange Commission (SEC) adalah otoritas federal AS yang mengendalikan pasar sekuritas. SEC bertugas mengatur tata laku transaksi, melindungi hak-hak investor dan pelaku pasar, serta memastikan integritas dan keadilan perdagangan.

SEC dibentuk pada tahun 1934 sebagai otoritas terpusat. Kepada badan inilah bisnis harus mendaftarkan aktivitas mereka, bursa mengungkapkan perdagangan, dan perusahaan mencatatkan status kepemilikan dan saham. Sebagian besar perhatian SEC tertuju pada perdagangan saham dan obligasi sebagai dua industri terbesar yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian nasional.

Sebagai contoh, ketika suatu perusahaan go public, perusahaan itu menerima persetujuan IPO dari SEC, dan mencatatkan transaksi serta valuasinya untuk memastikan kepatuhan penuh terhadap peraturan yang berlaku.

Namun, peristiwa terbaru di pasar kripto menarik perhatian SEC sebagai regulator untuk mengakhiri insiden serupa. Peristiwa ini termasuk kejatuhan stablecoin TerraUSD (UST), yang menyebabkan anjloknya LUNA, dan kasus gagal bayar bursa kripto terkenal akibat kesalahan pengelolaan keuangan.

Sejak itu, Gary Gensler, kepala SEC, menegakkan peraturan dan mengajukan tuntutan hukum pada bursa kripto karena menjual sekuritas kripto yang tidak terdaftar.

Regulator keuangan federal AS ini memandang skeptis mata uang dan token virtual. Mereka mengeklaim bahwa deregulasi terhadap aset virtual akan menyebabkan bencana keuangan dan satu-satunya cara untuk memastikan kemanfaatan adalah dengan menawarkannya sebagai aset terdaftar.

duties of the SEC

Persyaratan Kualifikasi untuk Sekuritas

SEC mengidentifikasi sekuritas sebagai instrumen keuangan menurut Undang-Undang Perusahaan Investasi, yang mencakup kepemilikan dalam bisnis publik, hak untuk mengeklaim kepemilikan atas aset perusahaan, atau perjanjian untuk memberi/menerima kredit antara perusahaan dan entitas pemerintah. Ketiga kasus ini adalah definisi saham, opsi, dan obligasi.

Untuk menentukan kripto mana yang bukan sekuritas, SEC melakukan Tes Howey. Metode ini merupakan pengukuran untuk mengetahui apakah aset atau transaksi subjek dapat dianggap sebagai kontrak investasi yang mengikat secara hukum, yang diperlukan untuk penerapan sanksi berdasarkan aturan SEC. Berdasarkan Tes Howey, suatu transaksi akan dianggap sebagai kontrak investasi apabila:

  • Melibatkan investasi uang. 
  • Investasi dapat menghasilkan profit.
  • Investasi uang melibatkan organisasi perdagangan publik.
  • Promotor dan penjual pihak ketiga dapat menghasilkan keuntungan.

Tes ini berlaku untuk aset dan transaksi keuangan, serta penawaran koin awal yang dilakukan untuk menemukan koin atau token kripto yang baru diperkenalkan.

Howey test

Sekuritas Terdaftar vs Tidak Terdaftar

Tindakan keras SEC terhadap mata uang dan bursa virtual menimbulkan banyak kekhawatiran mengenai keamanan koin kripto, dan kriteria apa yang dianggap sebagai sekuritas tidak terdaftar.

SEC menggunakan tes Howey untuk mengevaluasi sekuritas yang dapat diperdagangkan. Oleh karena itu, jika suatu entitas atau aset lulus tes, maka entitas atau aset tersebut memenuhi syarat untuk menjadi sekuritas nasional yang harus didaftarkan.

Pendaftaran sekuritas adalah metode untuk melindungi investor dari penipu dan bisnis terlarang. Untuk mendaftarkan sekuritas, diperlukan pengungkapan keuangan untuk mencegah skema penipuan. 

SEC menyatakan bahwa, kecuali diberikan pengecualian khusus, semua perdagangan dan transaksi publik harus didaftarkan pada badan federal. Jika tidak, akan sulit bagi regulator nasional untuk melacak transaksi ilegal atau menentukan pencucian uang dan aktivitas mencurigakan.

Oleh karena itu, sekuritas apa pun yang diperdagangkan, tetapi belum diungkapkan, atau dikelola oleh bursa yang tidak mendaftar sebagai bursa atau broker sekuritas nasional, maka statusnya menjadi tidak terdaftar, dan itu berarti melanggar undang-undang sekuritas dan bursa AS.

Sikap SEC mengenai Mata Uang Kripto

SEC melakukan tes Howey pada aset kripto dan koin, lalu menyimpulkan apakah aset tersebut adalah sekuritas nasional yang harus didaftarkan ke lembaga federal. 

Oleh karena itu, regulator AS ini mengamati perusahaan bursa dan platform kripto dan mengharuskan mereka untuk mematuhi undang-undang sekuritas federal, termasuk dokumentasi dan pengungkapan komprehensif untuk transaksi, aset terdaftar, dan pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan.

Komunitas kripto menentangnya karena langkah ini berlawanan dengan fundamental mata uang dan blockchain terdesentralisasi yang mengandalkan ketiadaan otoritas dan kontrol terpusat.

Namun, SEC tetap memberlakukan regulasi pada bursa terdesentralisasi. Karena sebagian besar platform kripto tidak terdaftar sebagai bursa atau broker sekuritas nasional, maka serangkaian tuntutan hukum pun dimulai.

the SEC lawsuits against crypto exchanges

SEC vs Ripple

Pada tahun 2020, SEC menggugat Ripple, pengembang blockchain dan token XRP, karena diduga mengumpulkan dana menggunakan mata uang kripto XRP dalam statusnya sebagai sekuritas tidak terdaftar dan mengumpulkan lebih dari $1 miliar dari aktivitas tersebut.

Di sisi lain, Ripple berargumen bahwa XRP tidak berkualifikasi sebagai sekuritas terdaftar karena tidak ditawarkan kepada investor institusi. Sebaliknya, token XRP dijual melalui bursa dan peretail online sehingga bukan merupakan sekuritas dan tidak tunduk pada pendaftaran federal.

Berita tentang gugatan terhadap Ripple menimbulkan gelombang kejutan di pasar tepat sebelum booming kripto pada tahun 2020 ketika harga BTC mencapai rekor tertinggi $64.000 bersama dengan koin dan token kripto lainnya. Akan tetapi, XRP saat itu tidak berada dalam masa terbaiknya, terutama ketika platform besar, seperti Coinbase, menghapus token tersebut dari penawarannya sehingga menambah kecurigaan terhadap masa depan blockchain dan mata uang kripto.

Pada tahun 2023, pengadilan New York memutuskan untuk tidak menjatuhkan penalti kepada pengembang blockchain tersebut karena XRP dijual kepada publik menggunakan bursa dan platform trading, bukan kepada investor. 

SEC vs FTX

Keruntuhan bursa kripto FTX adalah peristiwa paling signifikan, melampaui tahun resesi 2022 yang melanda sebagian besar kripto. Seperti yang diekspos oleh suatu halaman berita kripto, keruntuhan yang menghebohkan ini disebabkan oleh kesalahan pengelolaan keuangan yang diperparah dengan strategi dan mekanisme yang tidak jelas.

Platform pertukaran kripto terbesar ketiga ini diketahui menyimpan dana investor dalam bentuk FTX dan token natif perusahaan yang berada dalam payung yang sama, dan itu menyebarkan ketakutan di antara pemegang akun. 

Binance menjual semua kepemilikan FTT-nya, yang menyebabkan pelemahan token kripto natif bursa FTX tersebut dan menciptakan kepanikan di pasar. Makin banyak klien FTX yang menarik dana dan mengosongkan akun mereka. Akibatnya, hanya butuh sepuluh hari bagi bursa tersebut untuk mengumumkan krisis likuiditas.

FTX berusaha meminta penyelamatan dari Binance dan ventura gabungan lainnya, tetapi komplikasi di balik kasus ini membuat siapa pun ragu mengelola sistem yang kacau tersebut. Akhirnya, bursa kripto FTX runtuh, dan CEO-nya pada saat itu, Sam Bankman-Fried, didakwa dengan tujuh tuntutan, termasuk penipuan sekuritas dan pencucian uang.

FTX coin crash

SEC vs Coinbase

Pada tahun 2023, SEC menyimpulkan bahwa bursa kripto terbesar Coinbase telah melanggar Undang-Undang Sekuritas dengan menjual sekuritas tidak terdaftar , yang direpresentasikan oleh tujuh token, yaitu Polygon, Solana, Cardano dan lain-lain.

Regulator AS ini mengeklaim bahwa token-token tersebut menyerupai sekuritas nasional yang harus didaftarkan. Namun, Coinbase tidak pernah mendaftar sebagai bursa atau broker sekuritas. Jadi, pencantuman token-token itu oleh bursa sekuritas yang tidak terdaftar adalah ilegal.

Namun, Coinbase berargumen bahwa token kripto itu tidak berkualifikasi sebagai sekuritas terdaftar karena tidak ditawarkan kepada investor institusi. Selain itu, bursa ini menyatakan bahwa mereka tidak pernah diharuskan menjadi bursa terdaftar ketika melakukan pendaftaran resmi pada tahun 2021.

Gugatan SEC terhadap Coinbase masih berlangsung. Akan tetapi, Coinbase mengajukan banding pada bulan Januari 2024, meminta pengadilan New York untuk membatalkan kasus tersebut berdasarkan argumen yang mereka berikan dalam pembelaan.

SEC vs Binance

Pada tahun 2023, SEC menemukan mangsa baru ketika mereka menggugat Binance, salah satu bursa terbesar dan paling terkenal di dunia, atas beberapa tuduhan, termasuk penyajian alat trading yang keliru dan penawaran sekuritas tidak terdaftar.

Regulator AS ini mengajukan tuntutan terhadap Binance dan pendirinya, Changpeng Zhao, dengan tuduhan telah mengumpulkan lebih dari $11 miliar dari perdagangan, penjualan, dan pertukaran aset yang tidak terdaftar. Selain itu, SEC mempertanyakan legalitas program staking Binance dan opsi pinjaman yang ditawarkan dengan mata uang kripto natifnya, BNB.

Kasus ini ditutup setelah kedua pihak menyepakati penyelesaian sebesar $2,7 miliar yang dibayarkan oleh perusahaan bursa tersebut, dan CEO-nya mengundurkan diri setelah mengaku bersalah atas pelanggaran anti-pencucian uang.

Fakta Singkat

Changpeng Zhao mengetahui tentang Bitcoin saat bermain poker pada tahun 2013. Kemudian, ia menindaklanjuti rasa penasaran itu dan mencari mata uang kripto dengan meluncurkan penyedia pembayaran dan platform pertukaran kripto Binance.

ETF Spot Bitcoin

Trading spot ETF Bitcoin telah menjadi perhatian utama para trader dan regulator AS. Setelah penantian yang lama, SEC akhirnya menyetujui trading ETF spot Bitcoin, sebuah keputusan yang diperkirakan berkontribusi pada pasar bullish yang kini diantisipasi.

Perusahaan investasi terkemuka AS, seperti BlackRock dan Fidelity Investment, adalah pemohon utama yang mendaftarkan BTC dalam trading spot ETF. Harapan mereka akhirnya menjadi kenyataan.

Komunitas, investor, dan platform kripto memiliki antisipasi tinggi bahwa keputusan SEC akan memotivasi trader untuk meningkatkan transaksi dan kepemilikan BTC, yang akan membuat harga koin ini mencapai level tinggi dan berpotensi melampaui rekor sebelumnya pada tahun 2021.

Spot Bitcoin ETF trading

Apakah Bitcoin Merupakan Sekuritas?

Meskipun ada pengetatan tindakan terhadap “sekuritas tidak terdaftar”, SEC tidak memperlakukan Bitcoin dengan cara yang sama sehingga menimbulkan pertanyaan tentang identitas apa yang diperlukan agar dapat dikatakan sebagai sekuritas dan apakah Bitcoin adalah sekuritas terdaftar.

Mantan kepala SEC mengomentari topik ini dengan mengatakan bahwa Bitcoin adalah mata uang pengganti uang fiat. Oleh karena itu, Bitcoin merupakan pengganti dolar AS, yen Jepang, pound Inggris, dan sebagainya, sehingga dianggap sebagai sekuritas.

Klaimnya adalah, tidak seperti koin dan token kripto lainnya, pengembang Bitcoin tidak bergantung pada pendanaan publik untuk mengembangkan nilai atau jaringannya. Oleh karena itu, tes Howey tidak sesuai dengan struktur koin ini.

Kesimpulan

SEC secara ketat mengamati bursa dan platform kripto yang berurusan dengan aset tidak terdaftar, seperti koin dan token.

SEC mengidentifikasi sekuritas aset kripto dengan menggunakan tes Howey untuk menilai jenis investasi, model penghasil uang, dan pihak-pihak yang terlibat, untuk memutuskan apakah subjek tersebut dianggap sebagai sekuritas atau tidak. Dengan mendaftar, maka transaksi dan kepemilikan aset harus diungkapkan kepada lembaga federal ini tepat pada waktunya dan dengan komprehensif.

Namun, kebijakan ini menghadapi pertentangan karena investor kripto melihatnya sebagai pelanggaran terhadap sifat mata uang kripto yang berbasis pada blockchain terdesentralisasi dan jaringan peer-to-peer, tidak seperti kontrol otoritas terpusat.

FAQ

Apa yang dimaksud sekuritas tidak terdaftar?

Aset apa pun yang dapat diperdagangkan, tetapi tidak terdaftar sebagaimana regulasi SEC, dianggap sebagai sekuritas tidak terdaftar. Pendaftaran mengharuskan pengungkapan dokumentasi keuangan yang komprehensif, termasuk transaksi dan investasi kripto.

Apakah peraturan SEC berlaku untuk kripto?

SEC menggunakan tes Howey untuk menentukan apakah suatu aset memenuhi syarat untuk dikenakan sanksi berdasarkan aturan SEC yang berlaku. Setelah lulus tes, subjek diharuskan mendaftar di lembaga federal.

Mengapa SEC menyerang kripto?

SEC memperketat tindakan terhadap kripto dan bursa kripto untuk menyediakan lapisan perlindungan kepada investor retail dan memastikan bahwa aktivitas terlarang dapat diberantas, terutama setelah keruntuhan beberapa token dan bursa.

Apa yang terjadi jika kripto dianggap sebagai sekuritas?

Jika statusnya menjadi sekuritas, mata uang kripto harus memberikan transparansi penuh dalam dokumentasi dan pengungkapan, baik itu perdagangan kripto, transfer, atau investasi dalam kampanye staking. Namun, hal ini tampaknya sangat sulit diterapkan oleh kripto yang memiliki sifat terdesentralisasi dan dinamis.

Artikel terbaru

B2BinPay at Latam Family Office Announcement Summit
B2BinPay Fosters Global Connections at Latam Family Office Investment Summit
15.04.2024
Advantages of Integrating Ethereum Payment API
Manfaat Unik Mengintegrasikan API Pembayaran Ethereum
Edukasi 02.04.2024
How and Why Should You Accept Bitcoin as Payment in 2024?
Bagaimana dan Mengapa Anda Harus Menerima Bitcoin Sebagai Pembayaran di Tahun 2024?
Edukasi 01.04.2024
Analysing Open-Source Payment Gateways
Será que Deve Considerar uma Plataforma de Pagamentos Open-source?
Edukasi 28.03.2024