How Wrapping Coins Solves a Cross-Chain Problem

Bagaimana Wrapping Koin dapat Menyelesaikan Masalah Cross-Chain di Blockchain

Reading time

Teknologi blockchain baru mulai muncul lima belas tahun yang lalu, ditandai dengan peluncuran Bitcoin pada tahun 2009. Meskipun sejarahnya singkat, pasar blockchain telah berkembang pesat dan memperkenalkan banyak iterasi pada formula inti keuangan terdesentralisasi. Berbagai jaringan blockchain menawarkan sistem pembayaran alternatif, algoritma konsensus, kecepatan pemrosesan, dan variasi lain pada formula Bitcoin klasik. 

Pasar kripto saat ini menyajikan 1.000+ platform blockchain unik yang semuanya memiliki karakteristik dan metodologi masing-masing. Konsekuensinya, interoperabilitas blockchain pun menjadi masalah umum di dunia kripto. 

Artikel ini akan membahas konsep wrapping koin, salah satu teknologi paling praktis yang dapat mengatasi masalah cross-chain dan memungkinkan pengguna menikmati jaringan blockchain tanpa batasan. 

Poin Penting

  1. Wrapping kripto adalah teknologi baru yang memungkinkan kita menggunakan koin kripto di platform blockchain yang berbeda.
  2. Token wrapped dibuat melalui kustodian, yang mencetak koin wrapped setelah menerima dana yang sesuai.
  3. Token wrapped dan token aslinya dipatok secara permanen pada satu sama lain, dan dirancang untuk selalu setara.
  4. Koin wrapped meningkatkan aktivitas cross-chain, kebebasan memilih, dan likuiditas seluruh pasar.
  5. Ketergantungan pada kustodian dan proses pihak ketiga membuat wrapping kripto lebih rentan.

Masalah Interoperabilitas Blockchain

Sebelum mendiskusikan sifat token kripto wrapped, penting untuk lebih dahulu memahami masalah interoperabilitas blockchain. Jaringan layer-1 seperti Bitcoin dan Ethereum memiliki pendekatan yang serupa mengenai desentralisasi dan anonimitas, tetapi dikembangkan melalui sistem, arsitektur, dan protokol yang sepenuhnya berbeda. Sebagai akibatnya, jaringan ini tidak memiliki sarana efektif untuk “berbicara dengan satu sama lain” dan bertukar informasi atau aset dalam prosesnya.

The Cross-Chain Problem of Layer-1 Networks

Jadi, jaringan layer-1 dan sebagian besar jaringan layer-2 yang ada di pasar tidak memiliki solusi bawaan untuk berbagi informasi. Meskipun mungkin tidak tampak seperti masalah besar, kurangnya interoperabilitas lintas rantai membatasi dana pengguna dan aset lainnya sehingga hanya dapat dioperasikan di satu platform saja, dan dengan demikian sangat mengurangi kebebasan memilih. 

Walaupun ada metode lain untuk menyelesaikan masalah ini, seperti API jembatan dan solusi pihak ketiga lainnya, metode tersebut biasanya menciptakan masalah sendiri. Jembatan digital yang menghubungkan beberapa blockchain berbeda sudah terbukti mengandung risiko keamanan siber. 

Jadi, audiens blockchain pun mencari solusi yang dapat diandalkan selama beberapa lama dalam dekade ini. Dengan wrapping koin, industri kripto akhirnya dapat mengatasi permasalahan interoperabilitas. Mari kita mulai pembahasan mengenai wrapping kripto. 

Apa Tujuan Wrapping Token Kripto?

Konsep token wrapped diperkenalkan pada tahun 2019 ketika tiga perusahaan terpisah, yaitu Bitgo, Ren, dan Kyber Network, mencetuskan ide yang sama. Idenya adalah untuk menciptakan ekuivalensi Bitcoin yang identik secara fungsional pada protokol lain seperti ERC-20 dan TRC-20, sehingga pemilik BTC dapat menggunakan dana BTC mereka pada platform blockchain lain. 

Seluruh proses ini dapat dilakukan berkat fungsionalitas smart contract yang memungkinkan pengembang mengotomatiskan proses wrapping. Hasilnya, pada tahun 2019, kita mengenal versi wrapped Bitcoin yang disebut WBTC. 

Fungsionalitas smart contract juga memastikan bahwa WBTC selalu setara dengan satu koin BTC, sehingga menghilangkan segala kemungkinan arbitrase yang berbahaya atau kerugian pengguna. 

The Purpose of Wrapping Crypto Coins

Semua kelebihan di atas digabungkan untuk menciptakan token yang dapat melintasi chain berbeda tanpa kerumitan atau masalah keamanan yang signifikan. Meskipun proses pencetakan koin wrapped tidak mulus, ini adalah cara paling andal untuk masuk ke chain baru tanpa membeli token natif chain tersebut. 

Panduan Singkat untuk Menangani Token Bitcoin Wrapped

Proses wrapping BTC dan token lainnya relatif mudah. Ada banyak platform yang bisa digunakan untuk memulai proses wrapping dan menghasilkan aset kripto versi wrapped dengan jumlah yang sesuai. Sejauh ini, Bitcoin merupakan opsi paling populer di pasar, jadi kita akan membahas proses minting dan wrapping token WBTC. Teknik wrapping token lain secara praktis identik dengan WBTC, kalaupun ada perbedaan pun sangat kecil.

Cara Wrapping Koin BTC

Untuk wrapping token BTC, maka pengguna harus masuk ke bursa tersentral atau menggunakan pendekatan kustodian terdesentralisasi. Cara apa pun yang dipilih, pengguna harus mengirim dana BTC kepada kustodian masing-masing. Setelah itu, kustodian mengunci dana yang diterimanya dan membuat cadangan fungsional untuk minting, atau mencetak, koin wrapped. 

How to Wrap BTC Tokens

Selanjutnya, kustodian memulai proses pencetakan melalui smart contract, yang dirancang untuk memungkinkan proses pencetakan 1:1 saja, hanya dengan demikian maka pembuatan WBTC yang setara dengan koin BTC yang disimpan di vault digital dapat dilakukan. Protokol pegging otomatis melindungi jaringan blockchain dan penggunanya dari praktik arbitrase atau serangan sandwich

Setelah WBTC berhasil dicetak, pengguna menerima jumlah yang setara di dompet yang ditentukan dan bebas menggunakan WBTC tanpa batasan apa pun pada jaringan ERC-20 dan TRC-20.  

Cara Unwrap WBTC

Meskipun koin WBTC memiliki potensi kegunaan yang luas, pengguna mungkin tetap ingin mengambil koin asli yang mereka miliki suatu saat nanti. Jika demikian, pengguna tersebut harus mengulang proses seperti di atas, tetapi secara terbalik. Pengguna atau merchant mengajukan permintaan burning, atau pembakaran, kepada kustodian. Setelah itu, kustodian harus mengeluarkan BTC yang dimaksud secara permanen dari peredaran dan melepaskan sisa koin cadangan di vault digital. 

Proses pencetakan dan pembakaran memang relatif mudah, tetapi sangat bergantung pada apakah kustodian itu bisa dipercaya. Bagaimanapun juga, sebagian besar orang sangat mementingkan desentralisasi dan anonimitas token kripto, tetapi keistimewaan itu dengan sendirinya berkurang dalam pendekatan wrapping. Untuk mengatasi masalah ini, komunitas blockchain telah membentuk Decentralised Autonomous Organisation (DAO) yang mengawasi pemilihan kustodian dan merchant pihak ketiga.

Kehadiran DAO memastikan bahwa hanya kustodian terverifikasi dan telah terbukti yang dapat menjaga aset dasar untuk wrapping dan tidak pernah mengutak-atik nilai token wrapped di dalam smart contract. Namun, proses ini masih jauh dari sempurna pada iterasi saat ini karena teknik wrapping masih bergantung pada kewaspadaan dan profesionalisme manusia.  

Berbagai Tipe Token Wrapped

Teknologi wrapping masih terbilang baru di pasar kripto dan pilihannya cukup terbatas. Akan tetapi, sebagian besar jaringan utama sudah mencoba mendukung teknologi wrapping ini. Contohnya adalah wrapped Ethereum (wETH), wrapped BNB (WBNB), wrapped DOGE (WDoge) dan wrapped TRON (WTRX). Sejauh ini, kebanyakan alternatif WBTC memiliki pendekatan yang sama untuk wrapping dan unwrapping. 

Biggest Wrapped Coins by Market Cap

Walaupun koin wrapped alternatif makin populer, WBTC tetap ada di tempat teratas dengan kapitalisasi pasar hampir mencapai $7 miliar. Ini terutama disebabkan oleh persepsi publik bahwa Bitcoin masih merupakan mata uang paling reliabel dan stabil di seluruh lanskap kripto. 

Sudah sewajarnya jika prospek memperdagangkan WBTC di berbagai jaringan jadi sangat menarik, dan hasilnya WBTC pun mampu menaklukkan pasar seperti versi aslinya. Kombinasi stabilitas BTC dan kemampuan untuk menggunakan jaringan lain yang secara teknis lebih canggih seperti Ethereum menjadikan WBTC melaju tanpa tandingan di pasar kripto. Menarik sekali dilihat apakah akan ada koin wrapped lain yang memperkenalkan fitur kompetitif untuk menantang dominasi WBTC. 

Token NFT Wrapped

Token NFT wrapped bisa dibilang merupakan alternatif paling berbeda dari WBTC, dengan tujuan yang juga sangat berbeda karena hanya ditargetkan untuk pasar NFT. Jalan NFT dalam beberapa tahun terakhir sangat bergelombang, dan kehilangan sebagian besar kapitalisasi pasar yang diperolehnya setelah booming kripto pada tahun 2021. Saat ini, NFT kembali ke premis awal yaitu mendigitalkan karya seni dan memungkinkan kreator menerima keuntungan penuh dari karya mereka.

Proses wrapping sempurna untuk diterapkan pada NFT, yang memungkinkan pemilik menjual konten di jaringan apa pun. Wrapping juga memungkinkan pemilik menerima royalti dari blockchain yang berbeda dan meningkatkan keamanan kepemilikan mereka dengan menyimpan karya di vault digital. Jadi, wrapping adalah strategi dominan untuk pemilik NFT, yang memberi mereka kemampuan untuk memperbesar target audiens. 

Kelebihan Unik Wrapping Koin

Meskipun awalnya wrapping tidak dianggap sebagai terobosan besar, teknologi ini sangat memperluas cakupan dan kebebasan seluruh bidang kripto. Sebelumnya, pengguna terbatas pada satu jaringan saja, mereka harus membuat akun baru atau menggunakan API jembatan yang meragukan untuk memasuki blockchain lain. Dengan metodologi wrapping, perpindahan dari satu jaringan ke jaringan yang berbeda dapat dilakukan tanpa hambatan dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat. 

Advantages of Wrapping Crypto Coins

Menyelesaikan Masalah Interoperabilitas

Seperti yang dijelaskan di atas, interoperabilitas tetap menjadi salah satu isu blockchain terbesar yang belum dapat diselesaikan. Sebelumnya sangat sulit untuk mendiversifikasi portofolio tanpa harus membayar biaya transaksi atau membeli aset kripto yang diinginkan. Metode wrapping memungkinkan pengguna memindahkan dana ke berbagai jaringan tanpa banyak kesulitan atau pembengkakan biaya. 

Pengguna tidak perlu lagi memilih token yang berbeda karena mereka cukup membeli koin tertentu dan membungkus koin itu (wrapping) untuk digunakan di berbagai jaringan. Strategi ini paling berguna dengan BTC karena dapat dikonversi untuk digunakan pada protokol ERC yang berbeda. Selain itu, efisiensi wrapping koin kripto memastikan bahwa pengguna dapat memanfaatkan peluang yang harus diambil secepat mungkin di pasar kripto.  

Terakhir, interoperabilitas memungkinkan pengguna staking koin wrapped di berbagai jaringan sebagai jaminan, baik untuk menerima pinjaman, terlibat dalam proses staking, atau berpartisipasi di berbagai komunitas DAO.  

Meningkatkan Likuiditas Seluruh Pasar

Selain manfaat pribadi yang dinikmati pengguna kripto, proses wrapping juga meningkatkan likuiditas global untuk blockchain. Karena trader dan bisnis dapat bergerak bebas di berbagai rantai perdagangan, rata-rata pasar akan memiliki lebih banyak pembeli dan penjual sehingga likuiditas di semua lini pun meningkat.  

Hasilnya, membeli atau menjual token kripto menjadi jauh lebih mudah, dengan penundaan minimal, dan margin spread yang lebih ketat karena pembatasan teknis sudah bukan masalah lagi. 

Likuiditas, atau lebih tepatnya kurangnya likuiditas, masih menjadi masalah terbesar di lanskap kripto karena banyak koin yang kesulitan mempertahankan volume sirkulasi yang sehat. Wrapping kripto dapat menjadi jawaban tepat untuk permasalahan ini.

Fakta Singkat

Kelemahan Wrapping Kripto

Kelemahan wrapping kripto yang paling signifikan adalah pertimbangan regulasi, tidak adanya standar universal, dan masalah keamanan. Wrapping sebenarnya masih merupakan metode baru, dan kami belum menemukan regulasi yang berdampak pada teknologi ini. Untuk sekarang kami tidak dapat memperkirakan apakah wrapping kripto akan menerima batasan dari badan regulasi di seluruh dunia.  

Crypto Wrapping Downsides

Selain itu, tidak ada standar untuk proses wrapping. Akibatnya, wrapping koin tidak bisa dilakukan dengan mudah di seluruh platform, dan itu mengurangi daya tarik akan manfaat yang disebutkan di atas. Banyak jaringan yang belum mengadopsi metodologi ini sehingga ada beberapa token populer yang tidak tersedia dalam versi wrapped. 

Apakah metodologi wrapping akan memperoleh dominasi di pasar masih menjadi perdebatan, Jika memang demikian, jaringan-jaringan paling populer mau tidak mau akan terpicu untuk mengadopsi teknologi ini. Sebelum itu terjadi, tidak mungkin kita dapat mengetahui apakah solusi wrapping akan menjadi alternatif yang layak untuk menggunakan jaringan yang berbeda secara bersamaan.  

Terakhir, cara kerja token wrapped pada dasarnya memiliki kelemahan dalam hal desentralisasi blockchain. Pengguna harus terhubung dengan kustodian kripto untuk menerima token wrapped. Proses ini tentu saja merupakan bagian dari sentralisasi karena dana pengguna harus melalui pihak ketiga yang terpusat. Solusi pengembangan token wrapped belum menyelesaikan masalah krusial ini, tetapi beberapa perusahaan sedang berusaha mengembangkan variasi proses wrapping kripto yang terdesentralisasi.  

Layakkah Berinvestasi di Token Wrapped?

Dengan mempertimbangkan manfaat dan keterbatasan yang dijelaskan di atas, belum bisa dikatakan apakah metode wrapping akan menjadi solusi andal atau hanya menjadi catatan kaki dalam sejarah blockchain. Jadi, sulit untuk mengetahui apakah koin wrapped layak dijadikan investasi jangka panjang yang dapat diandalkan. Namun, patut untuk diperhatikan bahwa saat ini koin WBTC dan WBNB terus berkembang dan daya tariknya bertambah setiap bulan.

Namun, situasi di pasar yang melingkupi metode wrapping tidak konsisten, banyak jaringan yang menghindari teknologi ini. Untuk mengatasi kompleksitas teknis tersebut, koin wrapped harus mendapat momentum yang cukup besar. Apabila itu terjadi, para pelaku pasar akan memiliki motivasi lebih besar untuk mengembangkan alternatif yang terdesentralisasi dan berusaha menyelesaikan masalah sentralisasi prosesnya. 

Aspek hukum koin wrapped juga tidak dapat diprediksi, tetapi teknologi inti metode ini menjanjikan kepatuhan penuh karena protokolnya yang otomatis menghilangkan banyak masalah keamanan. Dalam jangka pendek, penerapan praktis koin wrapped masih terbatas karena hanya sedikit jaringan yang mendukung teknologi tersebut.  

Meskipun cakupannya terbatas, opsi koin wrapped yang tersedia sangat menarik bagi pengguna BTC yang ingin menggunakan smart contract atau fitur-fitur yang disediakan jaringan blockchain lain. 

Kesimpulan

Wrapping koin adalah teknologi baru yang menarik dan telah diterapkan di dunia kripto. Pelaku lanskap kripto selalu terbuka pada peningkatan fungsionalitas, kebebasan memilih, dan efisiensi jaringan. Metodologi wrapping memberikan ketiga hal itu dan menambahkan manfaat lain berupa peningkatan likuiditas di pasar internasional.  

Namun, masih ada pertanyaan mengenai keamanan, regulasi, adopsi, dan keandalan pematokan nilai. Sebagian besar masalah ini dapat diselesaikan dengan menyempurnakan proses wrapping inti dan melakukan perbaikan. Namun, dalam kondisi saat ini, masih belum jelas apakah pasar cukup tertarik dengan metode wrapping untuk memfasilitasi perbaikan tersebut.  

Menarik untuk dilihat apakah teknologi wrapping akan mendapat momentum besar dan menaklukkan pasar kripto, atau hanya menjadi alternatif yang berperan kecil dan gagal mencapai potensi maksimalnya.  

FAQ

Apa yang dimaksud koin wrapped?

Koin wrapped adalah versi alternatif token blockchain populer yang dapat digunakan di seluruh jaringan dengan protokol ERC-20 dan TRC-20.

Apa kelebihan dan kekurangan koin wrapped?

Koin wrapped dapat digunakan di berbagai jaringan, memperluas kebebasan memilih bagi pengguna, dan meningkatkan likuiditas pasar. Namun, teknologi ini masih bergantung pada pihak ketiga dan belum didukung oleh banyak jaringan.

Apa manfaat BTC wrapped vs BTC?

BTC wrapped dapat digunakan pada platform Ethereum yang sebelumnya tertutup untuk pengguna BTC. Jadi, pengguna dapat mengakses kapabilitas smart contract Ethereum dan manfaat lainnya tanpa harus membeli mata uang ETH itu sendiri.

Artikel terbaru

Advantages of Integrating Ethereum Payment API
Manfaat Unik Mengintegrasikan API Pembayaran Ethereum
Edukasi 02.04.2024
How and Why Should You Accept Bitcoin as Payment in 2024?
Bagaimana dan Mengapa Anda Harus Menerima Bitcoin Sebagai Pembayaran di Tahun 2024?
Edukasi 01.04.2024
Analysing Open-Source Payment Gateways
Será que Deve Considerar uma Plataforma de Pagamentos Open-source?
Edukasi 28.03.2024
crypto wallet integration process
Cara Mengintegrasi Dompet Kripto ke Toko Online Anda
Edukasi 26.03.2024