Differences between Liquid vs Lightning Networks

Liquid vs Lightning Network — Perbandingan

Reading time

Trilema blockchain adalah asumsi bahwa sistem desentralisasi hanya bisa menyediakan 2 dari 3 keuntungan di waktu yang sama dalam hal keamanan, skalabilitas, dan desentralisasi.

Blockchain layer 1 seperti Bitcoin memiliki kendala di skalabilitas, yakni kecepatan dan efisiensi transaksi. 

Karena sudah memiliki banyak pengguna dan operasi pembayaran, transaksi dengan blockchain Layer 1 bisa membutuhkan waktu dan mahal. 

Untuk meningkatkan skalabilitas Bitcoin, diciptakan blockchain Layer 2 (solusi) dengan Network Liquid dan Lightning.

Artikel ini akan membandingkan antara liquid vs lightning network dan cara kerja keduanya.

Poin Penting

  1. Liquid Network adalah sidechain dari Bitcoin untuk transaksi lebih cepat dan aman dengan mengeluarkan aset digital seperti stablecoin atau instrumen finansial lainnya.
  2. Protokol rantai Lightning merupakan salah satu sistem scaling Bitcoin untuk mengatasi bandwidth yang terbatas. Protokol ini bisa digunakan untuk transfer koin secara instan dengan biaya rendah.

Apa itu Network Liquid?

Liquid Network adalah layer 2 sidechain untuk mengganti aset Bitcoin dengan aset kripto lain untuk keperluan transaksi. Beberapa aset yang digunakan adalah stablecoin, token keamanan, atau instrumen digital lainnya. 

Dengan Liquid Network, transaksi BTC bisa lebih cepat, anonim, dan aman berkat dukungan teknologi yang semakin canggih.

Liquid adalah sidechain yang membuat Bitcoin bisa ditransfer 2 arah dengan sistem yang disebut kriptografi peg atau pasak dua arah. Bitcoin akan berubah menjadi Liquid Bitcoin (LBTC) ketika dimasukkan ke Liquid. 

Bitcoin akan tersimpan didalam Ledger Liquid saat proses berlangsung. Selama 2/3 anggota ledger tetap jujur, maka transaksi akan berlangung aman.

Bitcoin Liquid Network

Rantai Liquid bisa membantu membuat aset baru yang termasuk kedalam sidechain. Aset ini bisa ditukarkan melalui transaksi multi-aset dengan cara yang aman dan atomic

Ditambah lagi, semua aset termasuk Liquid Bitcoin dan Aset Sidechain memiliki waktu block 1 menit dan memiliki privasi yang tinggi terkait tipe aset dan jumlah transaksi. 

Rantai Liquid juga mendukung Bitcoin Script dan protokol yang dibangun di atasnya, seperti proyek Lightning, serta ekstensi skrip yang memungkinkan fitur-fitur canggih seperti covenants, keytrees, dan lainnya.

Liquid Network memiliki token yang disebut L-BTC dengan peg ke BTC 1:1. Sejak tulisan ini dibuat, tercatat ada 3,570 L-BTC dalam sirkulasi. Cara utama dan paling menguntungkan untuk menggunakan token ini adalah dengan rantai Lightning sehingga transaksi bisa berlangsung cepat. 

Selain itu, pengguna Jaringan Liquid juga dapat menggunakan L-BTC dalam aktivitas lain yang didukung seperti pinjaman atau pembelian token keamanan.

Total L-BTC in circulation

Rantai Liquid didasarkan pada Jaringan Lightning. Sebagai bagian dari Jaringan Liquid, sistem Lightning menyediakan transaksi BTC yang sangat cepat dan murah, meskipun dengan fungsionalitas yang lebih terbatas dibandingkan dengan jaringan aslinya.

Fakta Singkat

Apa itu Lightning Network?

Lightning Network adalah solusi Layer 2 lain yang mengatasi masalah skalabilitas Blockchain. Solusi ini menyediakan transaksi aset instan dengan biaya rendah, membuatnya lebih efisien dan dapat diakses oleh pengguna. Dibandingkan dengan transfer jaringan Bitcoin, transaksi jaringan Lightning bersifat pribadi, offline, dan hanya nominalnya yang dicatat pada blockchain BTC.

how transactions work in lightning network

Lightning Network Bitcoin menggunakan mekanisme Multisig untuk memastikan keamanan saluran pembayaran. Pengguna perlu mengunci dana dan menyiapkan saluran pembayaran. Sebagai hasilnya, mereka dapat melakukan pembayaran cepat dan murah tanpa selalu mengirimkan transaksi ke blockchain Bitcoin. 

Saluran pembayaran menghubungkan pengguna diluar blockchain Bitcoin. Untuk bisa diproses, pengguna harus menandatangani terlebih dahulu beberapa transaksi di dalam saluran sebelum diproses di wallet lightning.

Sistem Bitcoin Lightning menggunakan saluran pembayaran berdasarkan Kontrak Hashed Timelock (HTLC) untuk menerapkan sistem saluran pembayaran multi-junction. Implementasi HTLC memerlukan skrip transaksi yang kompleks yang ditentukan dalam bahasa pemrograman untuk memenuhi kondisi hashing dan blokir waktu.

Skrip ini akan terinisiasi saat saluran pembayaran terbuka dan pembayaran berlangsung. Dengan cara ini, Lightning Network di jaringan Bitcoin bisa dipastikan efisiensi dan keamanannya.

Lightning network payment channel

Jaringan Liquid vs Jaringan Lightning — Seberapa Berbeda Mereka?

Kedua solusi di atas bisa mengatasi kendala skalabilitas Bitcoin sehingga transaksi bisa lebih cepat dan efisien. Meskipun demikian, ada beberapa perbedaan mendasar dari kedua solusi ini, mulai dari fitur dan penerapannya. Berikut adalah analisis perbandingan dari masing-masing solusi.

lightning and liquid networks comparison

1. Off-Ramps dan On-Ramps

Untuk bisa membuka atau menutup jaringan Lightning dan memproses transaksi, Anda harus menambahkan tanda tangan terlebih dahulu. Ketika dana sudah masuk, maka dana ini hanya bisa diakses dengan kunci pribadi dari kedua pengguna saluran pembayaran yang sudah menandatangani perjanjian.

Untuk menyelesaikan transaksi dalam Lightning Network, node BTC harus disinkronkan dengan node Lightning secara bersamaan dan harus berfungsi dalam jaringan selama saluran pembayaran terbuka.

Untuk membuat Liquid Bitcoin (L-BTC), Anda perlu memulai transaksi on-chain yang mirip dengan membuat saluran Lightning. Hal ini diperlukan untuk mentransfer BTC ke alamat Bitcoin dan mengunci mereka secara sementara.

Hasil dari operasi ini dapat digunakan untuk membuka kunci jumlah yang setara L-BTC di Jaringan Liquid, yang dapat ditransaksikan sesuai dengan aturan protokol Liquid.

2. Model Kepercayaan (Trust Model)

Sidechain Lightning memungkinkan transaksi dijamin oleh rantai Bitcoin tanpa langsung disiarkan ke sana. Setiap kali ada perubahan dalam saldo saluran, kedua pengguna saluran Lightning menandatanganinya bersama, dan salah satu pengguna dapat memilih untuk menyiarkan transaksi penyelesaian setiap saat.

Misalkan kedua pihak secara terus-menerus memantau status saluran melalui node atau layanan dompet mereka. Dalam hal ini, ini membuat Lightning sangat minim kepercayaan karena pengguna saluran tidak perlu saling bergantung satu sama lain untuk bertransaksi.

Sistem kepercayaan Liquid dibangun di sekitar 15 Hardware Security Modul (HSM) yang terhubung ke server pusat. Agar dua arah peg BTC: L-BTC dapat beroperasi secara efektif, diperlukan setidaknya dua pertiga fungsi federasi untuk bertindak dengan jujur. 

Meskipun kepercayaan masih dibutuhkan, model Federasi terdistribusi jauh lebih dapat dipercaya dibandingkan dengan model kepercayaan yang sebagian besar diterapkan, ketika harus menyerahkan dana kepada satu exchange saja.

3. Kecepatan

Pembayaran melalui rantai Lightning sangat cepat. Karena tidak perlu konfirmasi pada blockchain, pembayaran dapat terjadi secepat koneksi internet Anda, dengan potensi untuk menyelesaikan jutaan transaksi per detik. Oleh karena itu, jika saluran tersedia untuk memproses ukuran pembayaran yang diinginkan, kecepatan transaksi adalah salah satu keuntungan terbesar dari penggunaan Lightning.

Rantai Liquid menghasilkan blok untuk verifikasi transaksi, membuat transaksi lebih lambat dibandingkan Lightning. Namun, tetap lebih cepat dibandingkan dengan blockchain Bitcoin. Blok Liquid baru dihasilkan setiap menit, yang sepuluh kali lebih cepat dibandingkan blok Bitcoin. Untuk menganggap suatu transaksi tuntas, dua konfirmasi diperlukan. Dalam hal ini, transaksi Liquid membutuhkan waktu sekitar dua menit.

4. Kustodian

Pengguna rantai Lightning harus menjaga kunci mereka tetap online sampai saluran ditutup. Oleh karena itu, Anda harus rutin memantau. Meskipun belum ada hacking yang diketahui, hacker dapat mencuri informasi sensitif dan kunci pribadi saat node berada dalam keadaan online.

Perlu dicatat bahwa penyimpanan Bitcoin multisig tidak dapat dilakukan di Lightning, yang berarti dana hanya dapat dikendalikan oleh satu kunci. Ini bukan pilihan terbaik untuk menyimpan jumlah Bitcoin yang besar atau untuk institusi yang tidak ingin satu individu memiliki kendali penuh atas dana mereka.

Liquid memungkinkan pengguna menyimpan kunci mereka secara offline di penyimpanan dingin dan memberikan lapisan keamanan tambahan. Dengan begitu, dana hanya dapat dicuri dengan akses fisik ke kunci pribadi. 

Selain itu, Blockstream Green memungkinkan pengguna Liquid untuk menggunakan hardware wallet, yang menjaga kunci pribadi L-BTC mereka selalu offline, memberikan perlindungan yang lebih baik untuk dana mereka.

Multisig juga didukung oleh Liquid, yang mirip dengan BTC. Fitur ini meningkatkan keamanan bagi pengguna individu dan memungkinkan institusi untuk mendirikan kontrol bersama atas dompet L-BTC mereka.

5. Besar Transaksi

Sistem Lightning dirancang untuk memproses transaksi kecil dan menengah. Untuk mengirimkan pembayaran, pengguna harus menemukan jalur ke saluran Lightning dengan menghubungkannya ke penerima. 

Namun, ukuran pembayaran yang dapat diproses oleh setiap saluran Lightning dibatasi oleh ukuran transaksi pendanaan awal. Seiring dengan peningkatan ukuran transaksi, kemungkinan menemukan jalur lengkap dari pembeli ke penjual menjadi lebih kecil, membuat rantai Lightning menjadi kurang dapat diandalkan untuk transaksi besar.

Liquid Network dirancang untuk memproses transaksi medium dan besar. Tidak seperti Lightning, Network Liquid beroperasi dalam sidechain, blockchain unik yang membuat pengguna bisa transaksi dengan token pengganti BTC yang disebut Liquid Bitcoin (L-BTC).

Di Liquid Network, nominal transaksi tidak menjadi hambatan. Secara teoritis, bahkan 21 juta BTC bisa langsung ditransaksikan. Terlebih lagi, penerima juga tidak perlu mempersiapkan saluran khusus karena bisa langsung menerima dana dengan nominal sama seperti dengan yang dikirim.

6. Privasi

Proyek Lightning menawarkan tingkat privasi yang lebih tinggi kepada pengguna dibandingkan dengan operasi on-chain dengan BTC. Hal ini bisa terjadi karena transaksi Bitcoin on-chain dapat dimonitor secara real-time. Pembayaran Lightning diarahkan melalui beberapa node, sehingga tidak mungkin bagi penerima atau node untuk menentukan sumber transaksi dengan tepat.

Berbeda dengan pembayaran on-chain, Lightning tidak meninggalkan jejak permanen untuk setiap transaksi. Hal ini akan menyulitkan hacker untuk mengambil data pribadi. Dengan proses yang rumit, informasi dalam transaksi jadi sulit untuk dicuri.

Jaringan Liquid memiliki protokol kriptografis unik yang dikembangkan oleh Blockstream yang dikenal sebagai Confidential Transactions. Protokol ini menjamin kerahasiaan dana dan aset yang ditransfer. Dengan demikian, berbeda dengan sistem Lightning, jumlah dan jenis aset yang ditransfer tidak diungkapkan kepada siapa pun kecuali pengirim dan penerima.

Kesimpulan

Jaringan Liquid dan Lightning merupakan layer 2 BTC yang memiliki karakteristik tersendiri dan juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Meskipun demikian, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan skalabilitas saat melakukan transaksi dengan BTC. Dengan kedua solusi ini, transaksi BTC bisa menjadi lebih cepat dengan biaya yang semakin rendah.

Artikel terbaru

Getting Ready for The Highly Anticipated FMPS 2024
Bringing Our Payment Solutions To The Finance Magnates Pacific Summit
10.06.2024
Suiting Up For Crypto Discussions at The Massive Token 2049
Token 2049 Singapore is Around The Corner – Here Are Our Plans
10.06.2024
B2BinPay Suits Up for Money Expo India 2024!
B2BinPay is Good to Go at Money Expo India 2024! 
05.06.2024
B2BiPay v20 update
B2BinPay v20 – Fitur Baru TRX Staking dan Support Blockchain Lebih Luas
Pembaruan Produk 05.06.2024